Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...
Now I lay me down to sleep,
I pray my sanity to keep.
For if some peace I do not find,
I'm pretty sure I'll lose my mind.
I pray I find a little quiet
Far from the daily family riot
May I lie back
--not have to think about what they're stuffing down the
sink,
or who they're with,
or where they're at
and what they're doing to the cat.
I pray for time all to myself
(did something just fall off a shelf?)
To cuddle in my nice, soft bed
(Oh no, another goldfish--dead!)
Some silent moments for goodness sake
(Did I just hear a window break?)
And that I need not cook or clean--
(well heck, I've got the right to dream)
Yes now I lay me down to sleep,
I pray my wits about me keep,
But as I look around I know--
I
must have lost them long ago!
Komentar
Posting Komentar