Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...
Tiga orang cewek tinggal di asrama tidak jauh dari rumah sakit tempat mereka bekerja. Setiap hari mereka berjalan ke rumah sakit, mereka melewati sebuah rumah yang mempunyai seekor beo.
Setiap kali mereka lewat, beo itu selalu menyebutkan 3 warna secara berurutan. Suatu hari mereka mendengar, "coklat, putih, kuning", salah seorang cewek itu menyadari bahwa itu adalah warna celana dalam mereka.
Cewek itu bilang kepada ke dua temannya dan mereka tidak percaya, maka mereka sepakat untuk pake celana hitam keesokan harinya. Ketika mereka lewat, dengan tepat beo itu mengucapkan "hitam, hitam, hitam."
Takjub akan kejadian tersebut, mereka sepakat untuk mengecoh beo itu dengan tidak memakai celana dalam sama sekali.Mereka melewati beo itu seperti biasa, dan kaget karena beo itu kelihatan bingung, terbang berputar dalam sangkarnya, memiringkan kepalanya dan sesaat kemudian berkata "lurus, lurus, keriting..."
Komentar
Posting Komentar