Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...
Seorang tukang sulap mempertunjukkan kebolehannya di sebuah kapal di laut Karibia. Penontonnya selalu berganti tiap minggu sehingga tukang sulap dapat mengulang-ulang trick yang sama.
Di Kapal itu ada seekor beo milik kapten kapal selalu melihat pertunjukannya setiap minggu dan menjadi tahu tipuan-tipuan yang dilakukan oleh si tukang sulap dan kemudian berteriak di tengah-tengah pertunjukan.
Di Kapal itu ada seekor beo milik kapten kapal selalu melihat pertunjukannya setiap minggu dan menjadi tahu tipuan-tipuan yang dilakukan oleh si tukang sulap dan kemudian berteriak di tengah-tengah pertunjukan.
"Lihat.. !! itu bukan topi yg sama !!"
"Dia menyembunyikan bunga-bunga itu di bawah meja !!"
"Hey... semua kartunya kartu As !! "
Si tukang sulap sangat jengkel tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Suatu hari kapal itu mengalami kecelakaan dan tenggelam. Si tukang sulap terapung-apung di tengah lautan di atas sebuah papan bersama si burung beo.
Mereka saling pandang dengan penuh kebencian tapi tidak mengucapkan satu patah katapun. Ini berlangsung berhari-hari...
Mereka saling pandang dengan penuh kebencian tapi tidak mengucapkan satu patah katapun. Ini berlangsung berhari-hari...
Setelah satu minggu, tiba-tiba si beo berkata, "OK... saya menyerah....!! dimana kamu sembunyikan kapalnya ??"
Komentar
Posting Komentar