Langsung ke konten utama

PENEBANG KAYU

Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang  melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?"  Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab.  Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia.  Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...

TUKANG SULAP DAN BURUNG BEO

Seorang tukang sulap mempertunjukkan kebolehannya di sebuah kapal di laut Karibia. Penontonnya selalu berganti tiap minggu sehingga tukang sulap dapat mengulang-ulang trick yang sama.

Di Kapal itu ada seekor beo milik kapten kapal selalu melihat pertunjukannya setiap minggu dan menjadi tahu tipuan-tipuan yang dilakukan oleh si tukang sulap dan kemudian berteriak di tengah-tengah pertunjukan. 

"Lihat.. !!  itu bukan topi yg sama !!"
"Dia menyembunyikan bunga-bunga itu di bawah meja !!"
"Hey... semua kartunya kartu As !! "

Si tukang sulap sangat jengkel tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Suatu hari kapal itu mengalami kecelakaan dan tenggelam. Si tukang sulap terapung-apung di tengah lautan di atas sebuah papan bersama si burung beo.

Mereka saling pandang dengan penuh kebencian tapi tidak mengucapkan satu patah katapun. Ini berlangsung berhari-hari... 

Setelah satu minggu, tiba-tiba si beo berkata, "OK... saya menyerah....!! dimana kamu sembunyikan kapalnya ??" 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SHIO KUDA, KAMBING, MONYET, AYAM, ANJING, BABI

1.  Kuda, Individualis yang Penuh Kontradiksi Dilahirkan dengan postur tubuh yang tegap, Kuda umumnya aktif dan energetik. Mereka juga berdaya tarik tinggi dan tahu benar bagaimana cara berbusana. Mereka sangat suka berada di tengah-tengah keramaian, karena dengan begitu mereka bisa dilihat orang.  Kuda bisa Anda temui di berbagai acara, entah itu konser, teater, sedang rapat, dan pesta-pesta. Kuda yang berfirasat tajam juga bisa menebak apa yang akan dikemukakan seseorang sebelum orang itu menyelesaikan perkataannya.  Kuda memang dikaruniai bakat-bakat tertentu. Dan, meskipun kelihatan cerdik, sebenarnya mereka tidak berintelegensia tinggi. Itu sebabnya, banyak juga Kuda yang tidak percaya diri. Tradisi Cina percaya bahwa Kuda akan meninggalkan rumah dalam umur yang sangat muda. Maklum, bakal alam Kuda memang bepergian atau balapan.  Lagi pula, watak alam Kuda yang lain adalah sifatnya yang senang memberontak. Satu-satunya ikatan pada jiwa Kuda ...

SHIO TIKUS, KERBAU, MACAN, KELINCI, NAGA

1.  Tikus, Shio yang Tak Pernah Letih Orang Tikus dilahirkan di bawah simbol daya tarik dan agresivitas. Mereka ekspresif, murah hati, pekerja keras, dan kadang-kadang suka gosip. Mereka senang berpesta dan menghabiskan waktu untuk kongko-kongko dengan teman-teman.  Meski begitu, mereka jarang punya teman sejati. Tapi, bila seseorang sudah menjadi temannya, mereka akan menganggap sang teman bak keluarga sendiri. Walau Tikus bisa juga kelihatan jahat, berpikiran sempit dan kuno, sebenarnya Tikus amat jujur.  Mereka memang senang bergosip-ria, tapi, kalau punya masalah, mereka akan menyimpan dan menanggulanginya sendiri. Umumnya, mereka bisa melakukannya karena Tikus sangat percaya diri dan punya insting yang baik.  Sisi negatif Tikus adalah kekeraskepalaannya. Mereka lebih suka hidup dengan aturan-aturannya sendiri. Karena itu, bekerjasama dengan orang Tikus rada sulit. Sebab, mereka 100 persen perfeksionis.  Sifat buruknya yang lain adalah...

PENEBANG KAYU

Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang  melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?"  Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab.  Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia.  Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...