Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...
Ayo anak2 hari ini kita bermain untuk menebak sesuatu. Ibu Guru berikan ciri2nya anak2 yang menjawab. Ok !!! Ayo Budi apa yang saya pegang ini kata bu Guru sambil menghadap tembok, warnanya merah, bulat, manis rasanya ?
Budi menjawab ' Apel bu Guru !!!! Salah Budi, yang saya pegang ini buah cherry, tapi nggak apa Budi, Ibu guru jadi tahu apa yang ada di dalam pikiranmu. Karena jawabannya salah Budi si anak badung agak jengkel juga.
Bu Guru gantian dong !! Saya yang berikan ciri2nya ibu guru yang menjawab !! Bu Guru menjawab, Oke lah budi silahkan maju ke depan. Budi si anak badung maju kedepan sambil menghadap tembok, si budi pegang sesuatu, sambil bertanya kepada bu Guru. Apa ini bu Guru, panjangnya kira kira lima centimeter, kepalanya bulat warnanya merah ???
Bu Guru menjawab sambil berteriak, Budi !!!!!! Tidak boleh memberi pertanyaan yang jorok, kamu memang kurang ajar dasar anak badung tak tahu diri!! Budi menjawab, Lho ibu Guru kok marah ini khan cuma penthol korek api doang, tapi nggak apa bu Guru, Saya jadi mengerti apa yang ada di dalam pikiran bu guru.......
Komentar
Posting Komentar