Langsung ke konten utama

PENEBANG KAYU

Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang  melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?"  Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab.  Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia.  Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...

BAHASA IKLAN TV DALAM KISAH PERCAKAPAN ADAM DAN HAWA

Kisah Adam dan Hawa Kenapa orang Amerika menyebut wanita dengan kata WOMAN. Kisahnya begini. Pada mulanya Allah terlebih dahulu menciptakan Adam. Karena merasa kesepian Adam minta pendamping. Maka diciptakanlah Hawa. Nah, waktu Adam melihat pertama kali sosok Hawa ia berdecak kagum dan berseru,"Wo...MAN!!!"

Alkisah, si ular iblis tak putus asa membujuk Hawa untuk memakan buah yang terlarang itu. Akibatnya, Hawa senang menyendiri memikirkan hal tersebut. Tiba-tiba datang Adam. Namun ia dicuekin. "Kok diem aje, yang? SARIAWAN, ya ...,"goda Adam kepada Hawa. Di atas pohon tak jauh dari situ, si ular iblis lagi asik mengintip. 

"HAHAHAHA, BELUM TAAAU DIA ...!" seru si ular iblis dalam hatinya, menyaksikan adegan di mana Adam dicuekin. "Kenape donk, yang?" bujuk Adam lagi."Aye pengen makan buah yang itu, tuh ...,"sahut Hawa."Oh, buah yang itu? Kan, kita sudah dilarang makan buah itu. Makan aje deh buah yang lain. Buah kiwi dari nyuselan kek, Duren Bangkok kek!" Karena dilarang Adam, Hawa lalu beranjak pergi. 

Dia sudah kebelet mau mencicipi buah terlarang itu. "Wah, lu kok nekat ...", "KU TAHU YANG KU MAU," sahut Hawa. "Bagi aye buah itu kelihatannya sedap, sebab KESAN PERTAMA BEGITU MENGGODA, SELANJUTNYA TERSERAH AYE". Si ular iblis yang terus mengintip berkata kepada rekannya. Sudah tentu ular iblis juga. "SURVEI MEMBUKTIKAN, ...kalau istri cakep suka keras kepala. Soalnya, "UDAH TRADISI,". 

Rekan iblis itu mengangguk. Seorang diri Hawa mendekati pohon buah terlarang itu. Si ular iblis langsung muncul dari tempat persembunyiannya. "Eh, Wa lu nekat nih?"tanyanya. "YESSS...!" seru Hawa sambil mengepalkan kelima jarinya dan membuat gerakan seperti orang sedang menyikut. "Ngomong, ngomong gimana sih rasenye, Blis?" tanya Hawa. "COBA SAJA. Ditanggung LANGSUNG ENAAAK!" seru si ular iblis.

Dengan gemetar jari Hawa terjulur dan memegang buah yang nampak ranum itu. "Kok, rasanya DINGIN, DINGIN EMPUK sih Blis? Karena gemetar, buah yang sudah dipetik itu jatuh dan menimpa batu sehingga sedikit rusak bentuknya. "Penyok dikit ngga' apa.","YANG PENTING RASANYA, BUNG," bujuk si ular.

Akhirnya Hawa memungut buah yang jatuh itu. Ia menatap ke arah si ular iblis itu. "PAKE SUPER PEL KAN? BELON LIMA MENIT."kata Hawa. Lalu perlahan-lahan buah terlarang itu dimakannya sedikit. 

"ENAK GILAA ...!"seru Hawa, "RAMAI RASANYA," sambung Hawa lagi. Melihat Hawa menikmati buah terlarang itu si ular iblis berkata kepada temannya, "POKOKNYA, SEMUA JADI TUNTAS ...TAS, ...TAAAS!"

Tahu-tahu Hawa sadar akan perbuatannya. Kepalanya celingak-celinguk mencari Adam. Melihat hal tersebut, si ular iblis langsug mengejek, "NAH, DATANG JUGA TUH ADAMNYA","KENAPA SIH SERING DATANG TERLAMBAT?","IYA, YAAH ..." Demikian ular-ular iblis itu saling bersahut-sahutan ketika melihat Adam nongol dari jauh. 

Mereka lalu tertawa cekikikan kayak tawa SI MANIS JEMBATAN ANCOL. Adam akhirnya tiba. Kepalang basah, iapun turut makan buah terlarang itu. Kemudian mengajak Hawa lekas-lekas keluar dari Taman Firdaus. Soalnya yang punya taman sangat marah dan mengusir mereka pergi. 

Berjam-jam Adam dan Hawa berjalan, sampai akhirnya Hawa tak kuat lagi. "Bang, aye udah ngga kuat lagi ..."kata Hawa. Adam menghentikan langkahnya, kemudian berpaling kepada istrinya. "AYO ... KAMU PASTI BISAAA ...,"seru Adam, sambil menyeret istrinya.

Beberapa saat kemudian, Adam berseru kegirangan. "WAH SAMPAI..., WAH SAMPAI..!"seru Adam sambil memegang telinganya. Ternyata mereka tiba di tepi sebuah sungai. Air sungai itu sudah terpolusi.

Banyak sampah dan botol plastik serta sandal jepit. Nyamuk beterbangan ke muka Hawa. "Kurang ajar ni nyamuk. Diusir datang lagi. Adam tertawa. Dari dalam sakunya dia mengeluarkan obat nyamuk dan menyalakannya. 

Sambil menyalakan Adam berdendang, "NYAMUK SINI CUMA TAKUT 3 RODA." Melihat tingkah suaminya, Hawa mencibir. Semasa di Taman Firdaus tak pernah ia diganggu nyamuk. Hawa menyesal mengapa nekat makan buah terlarang itu. Tapi semuanya sudah terjadi. Penyesalan memang selalu datang terlambat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SHIO KUDA, KAMBING, MONYET, AYAM, ANJING, BABI

1.  Kuda, Individualis yang Penuh Kontradiksi Dilahirkan dengan postur tubuh yang tegap, Kuda umumnya aktif dan energetik. Mereka juga berdaya tarik tinggi dan tahu benar bagaimana cara berbusana. Mereka sangat suka berada di tengah-tengah keramaian, karena dengan begitu mereka bisa dilihat orang.  Kuda bisa Anda temui di berbagai acara, entah itu konser, teater, sedang rapat, dan pesta-pesta. Kuda yang berfirasat tajam juga bisa menebak apa yang akan dikemukakan seseorang sebelum orang itu menyelesaikan perkataannya.  Kuda memang dikaruniai bakat-bakat tertentu. Dan, meskipun kelihatan cerdik, sebenarnya mereka tidak berintelegensia tinggi. Itu sebabnya, banyak juga Kuda yang tidak percaya diri. Tradisi Cina percaya bahwa Kuda akan meninggalkan rumah dalam umur yang sangat muda. Maklum, bakal alam Kuda memang bepergian atau balapan.  Lagi pula, watak alam Kuda yang lain adalah sifatnya yang senang memberontak. Satu-satunya ikatan pada jiwa Kuda ...

SHIO TIKUS, KERBAU, MACAN, KELINCI, NAGA

1.  Tikus, Shio yang Tak Pernah Letih Orang Tikus dilahirkan di bawah simbol daya tarik dan agresivitas. Mereka ekspresif, murah hati, pekerja keras, dan kadang-kadang suka gosip. Mereka senang berpesta dan menghabiskan waktu untuk kongko-kongko dengan teman-teman.  Meski begitu, mereka jarang punya teman sejati. Tapi, bila seseorang sudah menjadi temannya, mereka akan menganggap sang teman bak keluarga sendiri. Walau Tikus bisa juga kelihatan jahat, berpikiran sempit dan kuno, sebenarnya Tikus amat jujur.  Mereka memang senang bergosip-ria, tapi, kalau punya masalah, mereka akan menyimpan dan menanggulanginya sendiri. Umumnya, mereka bisa melakukannya karena Tikus sangat percaya diri dan punya insting yang baik.  Sisi negatif Tikus adalah kekeraskepalaannya. Mereka lebih suka hidup dengan aturan-aturannya sendiri. Karena itu, bekerjasama dengan orang Tikus rada sulit. Sebab, mereka 100 persen perfeksionis.  Sifat buruknya yang lain adalah...

PENEBANG KAYU

Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang  melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?"  Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab.  Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia.  Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...