Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...
Seorang cadel yang susah mengatakan "R", masuk ke sebuah warung nasi goreng setelah menerima gaji pertamanya.
"Pak nasi goyeng pedas satu piying!" katanya dengan mantap.
"Nggak ada mas"
"Lha itu teytulis di tenda!!"
"Itu nasi goreng bukan nasi goyeng!"
Dengan perasaan yang amat sangat pulanglah dia ke rumah dengan satu harapan ingin membalas dendam. 3 hari 3 malam, yang keluar dari mulutnya hanya "nasi goyeng, nasi goyeng, nasi goyeng," dan setelah seminngu berlatih, akhirnya dia telah dapat mengucapkan "nasi gorrrrrreng" Maka kembalilah dia ke warung tsb, dengan hati penuh keriangan.
"Pak nasi gorrrrrreng pedas satu!" katanya dengan mantap dan meyakinkan.
"Ya, bentar mas, minumnya apa?"
"Es jeyuk"
Komentar
Posting Komentar