Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...
Dalam dunia yang kompleks ini, ada banyak hal yang bisa membuat kita stress. Tapi ada hal-hal yang bisa juga kita lakukan untuk mencegah stress. Berikut 10 langkah mencegah stres versi Brankas Cerita :
1. Fokus kesuksesannya
Kita suka memandang satu kesalahan sebagai batu sandungan besar. Walaupun ada sembilan yang sukses, tapi kita tidak bisa tidur semalaman hanya karena ada satu yg gagal. Eh, jangan lupa lho, lihat yang sembilan. Bagaimanapun juga masih ada hal-hal dalam hidup kita yang berjalan lancar. Hal ini bisa sedikit mengurangi beban di hati kita.
2. Menulis perasaan
Kalau lagi marah pada seseorang, tulis uneg-unegnya di kertas atau buku harian. Ini merupakan langkah sederhana yang dapat membuat dada lega dan tekanan sirna. Menulis adalah suatu cara sehat untuk mengungkapkan perasaan. Selain itu, coba deh tulis kartu ucapan, pusatkan perhatian pada sisi positifnya dan tunjukkan seberapa banyak kita peduli.
3. Menempatkan kesalahan
Mungkin kita pernah berbuat kesalahan fatal. Akibatnya kita bisa stres. Tapi ingat deh hal itu mendorong kita untuk mengubah arah dan berkembang. Coba untuk melihat kesalahan sebagai langkah maju untuk memperbaiki diri.
4. Sikap bersyukur
Melihat sekeliling kita merasa kurang, membuat kita lupa dengan apa yang sudah kita miliki. Tiap pagi tulis beberapa hal yang kita syukuri. Daripada menganggap ribut sama orang tua sebagai kesalahan mereka, lebih happy jika kita menghitung betapa beruntungnya punya orang tua yang peduli.
5. Saat meroket
Pikirkan saat-saat kita sukses dan ungkapkan pada diri sendiri waktu kita merasa tidak mampu melakukan sesuatu. Kita pernah melewati kesulitan dan tiap kali hal itu membuat kita menjadi orang yang lebih baik. Jika kita memusatkan perhatian pada kemungkinan daripada keterbatasan, kesempatan jadi terbuka lebar.
6. Rasa humor
Kebanyakan kita menganggap segala hal terlalu serius dan jadi orang yang membosankan. Jika kita bisa melihat sisi lucu dari sesuatu, kita akan lebih sabar. Memang kalau ada masalah, hidup jadi berat. Tapi kalau kita masih mampu tertawa, maka segala hal bisa dilihat dengan sudut pandang yang lebih tepat.
7. Jiwa atlit
Olah raga mendongkrak kemampuan kita baik fisik, mental, maupun emosional. Selain fisik sehat, kita jadi lebih pede, dan mampu mengusir stres. Hal ini karena saat berlatih, kita belajar melempar rasa frustrasi kita di lapangan hingga selebihnya kita akan akan lebih kuat.
8. Punya persiapan
Maunya kita, semua orang punya sikap yang memperlancar suasana. Hingga kalau mereka tidak melakukannya kita jadi kesal. Kita selalu anggap segalanya akan berjalan lancar, kalau tidak, kita pasti gagal. Lebih baik kita menyadari hidup penuh dengan kesulitan, gangguan dan frustasi. Coba antisipasi hal ini, dengan melakukan persiapan yang lebih maksimal.
9. Buka mata
Kita sering tidak punya waktu memperhatikan keindahan alam. Tapi coba luangkan waktu untuk menghargai kehidupan. Kita akan memperhatikan kalau hal-hal lain juga spesial dan menarik, sehingga kita lebih sedikit mengeluh atau tidak berharap segalanya berbeda. Sebaliknya kita akan lebih menikmati hidup.
10.Ikuti alur
Buat mengusir bete, maunya kita nonton. Tapi sudah susah payah mengantri, taunya tiketnya habis. Kesal juga, tapi coba pikirkan hal lain yg bisa kita kerjakan. Ikut alur maksudnya, terima aja kalau hidup bisa jadi kacau. Kadang itu terjadi di luar kendali kita. Kita nggak bisa mengontrol kehidupan, tapi kita bisa mengontrol tingkah laku kita.
Komentar
Posting Komentar