Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...
Seorang wanita pemain baru yang berasal dari desa baru
saja bergabung dengan pemain golf lainnya. "Apa yang harus saya
lakukan?", tanyanya kepada pegolf lainnya.
"Kau lihat bendera itu?
Kau harus memukul bolamu hingga sedekat mungkin ke bendera tersebut",
jawab pemain yang sudah senior.
Wanita itu memukul bolanya dengan bersemangat
dan bola itu jatuh delapan sentimeter dari bendera. "Lalu, apa lagi yang
harus saya lakukan?" tanya wanita itu lagi.
Pegolf senior itu menjawab,
"Ini luar biasa. Sekarang kau harus memukul lagi bolanya hingga masuk ke
dalam lobang itu."
"Hah!! Kenapa tidak dari tadi kau katakan bahwa
aku harus memukulnya hingga masuk?" kata wanita itu dengan rasa jengkel
sambil membuang sticknya.
Komentar
Posting Komentar