Langsung ke konten utama

PENEBANG KAYU

Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang  melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?"  Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab.  Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia.  Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...

LIMA TAHAP BERPACARAN

Tahap Pertama: Ketertarikan

Dalam tahap ini kita mengalami ketertarikan awal pada calon pacar yang kita taksir. 

Tantangan : Memastikan bahwa anda mendapat peluang untuk menyatakan rasa ketertarikan anda dan mengenal bagaimana perbedaan pria dan wanita dalam melakukan pendekatan terhadap cara berpacaran, anda akan dapat melangkah sebaik-baiknya.

Tahap Kedua: Ketidakpastian
Dalam tahap ini perasaan kita mengalami pergeseran dari tertarik menjadi tidak pasti bahwa pasangan kita memang orang yang tepat bagi kita. 

Tantangan : Menyadari ketidakpastian ini normal dan tidak terombang-ambing oleh hal itu. Menjadi tidak pasti bukan berarti bahwa seseorang tidak tepat bagi anda. Ketika anda berpacaran dengan seseorang yang nampaknya istimewa bagi anda, adalah normal jika tiba-tiba anda mempertanyakan apakah anda ingin meneruskan hubungan anda dengan orang itu atau tidak. 

Tanpa pemahaman di tahap ini, adalah mudah bagi seorang pria untuk berganti-ganti pacar dan bagi wanita melakukan kesalahan mengejar-ngejar pria lebih daripada pria mengejar dia.

Tahap Ketiga : Eksklusivitas

Di tahap ini kita merasakan keinginan untuk memacari seseorang secara eksklusif. Kita ingin mendapat peluang untuk memberi dan menerima cintanya dalam suatu hubungan istimewa tanpa saingan. 

Kita ingin rileks dan punya waktu lebih untuk berbagi segalanya dengan pacar kita. Segenap energi yang tadinya dikerahkan untuk mencari orang yang tepat kini dapat dikerahkan untuk menciptakan hubungan saling mencintai dan romantis. 

Tantangan : Kita menjadi terlalu keenakan dan tidak lagi melakukan hal-hal kecil yang membuat pacar kita merasa istimewa.

Tahap Keempat : Keintiman
Di tahap ini kita mulai mengalami keintiman yang sejati. Kita merasa cukup rileks untuk melonggarkan kewaspadaan kita dan berbagi perasaan kita secara lebih dalam daripada sebelumnya. 

Peluang     : Mengalami yang terbaik pada diri kita dan diri pacar kita, 

Tantangan : Menghadapi sisi kekurangan kita. Tanpa pemahaman tentang bagaimana pria dan wanita bereaksi secara berbeda untuk meneruskan hubungan kita dengan pacar kita.

Tahap Kelima: Pertunangan (Keterikatan)
Di tahap ini dengan kepastian bahwa kita benar-benar bersama orang yang ingin kita nikahi, kita bertunangan, menjadi terikat. Dalam tahap ini kita memiliki peluang untuk merayakan cinta kita. 

Ini adalah saat untuk merasakan hubungan kita dengan perasaan gembira, bahagia, tenteram, dan mesra. Ini adalah saat kegembiraan dan janji yang paling agung. 

Banyak pasangan tergesa-gesa memasuki jenjang pernikahan di tahap ini. Mereka tidak mengerti bahwa ini adalah saat yang vital untuk menyatukan pengalaman-pengalaman positif bersama dan berbagi segala-galanya.

Tahapan ini juga memberi kesempatan kita untuk menyelesaikan perbedaan dan kekecewaan sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar ketika menikah, bersatu dalam rumah tangga, dan membangun keluarga. Tahap ini membekali kita dengan fondasi kuat untuk merasakan cinta dan asmara seumur hidup ketika kita sudah menikah kelak. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SHIO KUDA, KAMBING, MONYET, AYAM, ANJING, BABI

1.  Kuda, Individualis yang Penuh Kontradiksi Dilahirkan dengan postur tubuh yang tegap, Kuda umumnya aktif dan energetik. Mereka juga berdaya tarik tinggi dan tahu benar bagaimana cara berbusana. Mereka sangat suka berada di tengah-tengah keramaian, karena dengan begitu mereka bisa dilihat orang.  Kuda bisa Anda temui di berbagai acara, entah itu konser, teater, sedang rapat, dan pesta-pesta. Kuda yang berfirasat tajam juga bisa menebak apa yang akan dikemukakan seseorang sebelum orang itu menyelesaikan perkataannya.  Kuda memang dikaruniai bakat-bakat tertentu. Dan, meskipun kelihatan cerdik, sebenarnya mereka tidak berintelegensia tinggi. Itu sebabnya, banyak juga Kuda yang tidak percaya diri. Tradisi Cina percaya bahwa Kuda akan meninggalkan rumah dalam umur yang sangat muda. Maklum, bakal alam Kuda memang bepergian atau balapan.  Lagi pula, watak alam Kuda yang lain adalah sifatnya yang senang memberontak. Satu-satunya ikatan pada jiwa Kuda ...

SHIO TIKUS, KERBAU, MACAN, KELINCI, NAGA

1.  Tikus, Shio yang Tak Pernah Letih Orang Tikus dilahirkan di bawah simbol daya tarik dan agresivitas. Mereka ekspresif, murah hati, pekerja keras, dan kadang-kadang suka gosip. Mereka senang berpesta dan menghabiskan waktu untuk kongko-kongko dengan teman-teman.  Meski begitu, mereka jarang punya teman sejati. Tapi, bila seseorang sudah menjadi temannya, mereka akan menganggap sang teman bak keluarga sendiri. Walau Tikus bisa juga kelihatan jahat, berpikiran sempit dan kuno, sebenarnya Tikus amat jujur.  Mereka memang senang bergosip-ria, tapi, kalau punya masalah, mereka akan menyimpan dan menanggulanginya sendiri. Umumnya, mereka bisa melakukannya karena Tikus sangat percaya diri dan punya insting yang baik.  Sisi negatif Tikus adalah kekeraskepalaannya. Mereka lebih suka hidup dengan aturan-aturannya sendiri. Karena itu, bekerjasama dengan orang Tikus rada sulit. Sebab, mereka 100 persen perfeksionis.  Sifat buruknya yang lain adalah...

PENEBANG KAYU

Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang  melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?"  Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab.  Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia.  Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...