Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...
Tahap Pertama: Ketertarikan
Dalam tahap ini kita mengalami ketertarikan awal pada calon pacar yang kita taksir.
Tantangan : Memastikan bahwa anda mendapat peluang untuk menyatakan rasa ketertarikan anda dan mengenal bagaimana perbedaan pria dan wanita dalam melakukan pendekatan terhadap cara berpacaran, anda akan dapat melangkah sebaik-baiknya.
Tahap Kedua: Ketidakpastian
Dalam tahap ini perasaan kita mengalami pergeseran dari tertarik menjadi tidak pasti bahwa pasangan kita memang orang yang tepat bagi kita.
Tantangan : Menyadari ketidakpastian ini normal dan tidak terombang-ambing oleh hal itu. Menjadi tidak pasti bukan berarti bahwa seseorang tidak tepat bagi anda. Ketika anda berpacaran dengan seseorang yang nampaknya istimewa bagi anda, adalah normal jika tiba-tiba anda mempertanyakan apakah anda ingin meneruskan hubungan anda dengan orang itu atau tidak.
Tanpa pemahaman di tahap ini, adalah mudah bagi seorang pria untuk berganti-ganti pacar dan bagi wanita melakukan kesalahan mengejar-ngejar pria lebih daripada pria mengejar dia.
Tahap Ketiga : Eksklusivitas
Di tahap ini kita merasakan keinginan untuk memacari seseorang secara eksklusif. Kita ingin mendapat peluang untuk memberi dan menerima cintanya dalam suatu hubungan istimewa tanpa saingan.
Kita ingin rileks dan punya waktu lebih untuk berbagi segalanya dengan pacar kita. Segenap energi yang tadinya dikerahkan untuk mencari orang yang tepat kini dapat dikerahkan untuk menciptakan hubungan saling mencintai dan romantis.
Tantangan : Kita menjadi terlalu keenakan dan tidak lagi melakukan hal-hal kecil yang membuat pacar kita merasa istimewa.
Tahap Keempat : Keintiman
Di tahap ini kita mulai mengalami keintiman yang sejati. Kita merasa cukup rileks untuk melonggarkan kewaspadaan kita dan berbagi perasaan kita secara lebih dalam daripada sebelumnya.
Peluang : Mengalami yang terbaik pada diri kita dan diri pacar kita,
Tantangan : Menghadapi sisi kekurangan kita. Tanpa pemahaman tentang bagaimana pria dan wanita bereaksi secara berbeda untuk meneruskan hubungan kita dengan pacar kita.
Tahap Kelima: Pertunangan (Keterikatan)
Di tahap ini dengan kepastian bahwa kita benar-benar bersama orang yang ingin kita nikahi, kita bertunangan, menjadi terikat. Dalam tahap ini kita memiliki peluang untuk merayakan cinta kita.
Ini adalah saat untuk merasakan hubungan kita dengan perasaan gembira, bahagia, tenteram, dan mesra. Ini adalah saat kegembiraan dan janji yang paling agung.
Banyak pasangan tergesa-gesa memasuki jenjang pernikahan di tahap ini. Mereka tidak mengerti bahwa ini adalah saat yang vital untuk menyatukan pengalaman-pengalaman positif bersama dan berbagi segala-galanya.
Tahapan ini juga memberi kesempatan kita untuk menyelesaikan perbedaan dan kekecewaan sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar ketika menikah, bersatu dalam rumah tangga, dan membangun keluarga. Tahap ini membekali kita dengan fondasi kuat untuk merasakan cinta dan asmara seumur hidup ketika kita sudah menikah kelak.
Komentar
Posting Komentar