Langsung ke konten utama

PENEBANG KAYU

Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang  melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?"  Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab.  Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia.  Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...

KUCING

Budi pada dasarnya tidak menyukai kucing. Ia semakin benci ketika istrinya, Tika memelihara seekor kucing. Budi merasa istrinya jadi lebih perhatian pada kucingnya daripada dirinya. Suatu hari Budi memutuskan untuk membuang kucing tersebut secara diam-diam. 

Ketika istrinya sedang mandi, ia pamit pergi keluar sebentar dan dibawanya si kucing. Setelah Budi bermobil sekitar 10 km dari rumah, ia pun membuang kucing tersebut. Anehnya ketika ia sampai di rumah, si kucing sudah ada di sana. Budi heran campur berang. 

Sore harinya ia pergi lagi. Kali ini si kucing dibuangnya lebih jauh lagi. Namun tetap saja, sesampainya di rumah, kucing istrinya tersebut telah berada di sana. Budi berusaha membuangnya lebih jauh lagi, lebih jauh lagi, tapi tetap saja si kucing kembali ke rumah mendahului dirinya.  

Suatu hari ia tidak saja membawa si kucing pergi jauh, tapi juga berputar-putar dulu. Budi belok kanan, belok kiri, belok kanan, belok kanan lagi, berputar-putar sebelum akhirnya membuang kucing yang dibawanya. 

Beberapa jam kemudian ia menelepon istrinya. "Tik, kucingmu ada di rumah?" tanya Budi. "Ada, kenapa? Tumben nanya si Manis segala," jawab istrinya agak heran.  "Panggil dia Tik, aku mau tanya arah pulang. Aku kesasar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SHIO KUDA, KAMBING, MONYET, AYAM, ANJING, BABI

1.  Kuda, Individualis yang Penuh Kontradiksi Dilahirkan dengan postur tubuh yang tegap, Kuda umumnya aktif dan energetik. Mereka juga berdaya tarik tinggi dan tahu benar bagaimana cara berbusana. Mereka sangat suka berada di tengah-tengah keramaian, karena dengan begitu mereka bisa dilihat orang.  Kuda bisa Anda temui di berbagai acara, entah itu konser, teater, sedang rapat, dan pesta-pesta. Kuda yang berfirasat tajam juga bisa menebak apa yang akan dikemukakan seseorang sebelum orang itu menyelesaikan perkataannya.  Kuda memang dikaruniai bakat-bakat tertentu. Dan, meskipun kelihatan cerdik, sebenarnya mereka tidak berintelegensia tinggi. Itu sebabnya, banyak juga Kuda yang tidak percaya diri. Tradisi Cina percaya bahwa Kuda akan meninggalkan rumah dalam umur yang sangat muda. Maklum, bakal alam Kuda memang bepergian atau balapan.  Lagi pula, watak alam Kuda yang lain adalah sifatnya yang senang memberontak. Satu-satunya ikatan pada jiwa Kuda ...

SHIO TIKUS, KERBAU, MACAN, KELINCI, NAGA

1.  Tikus, Shio yang Tak Pernah Letih Orang Tikus dilahirkan di bawah simbol daya tarik dan agresivitas. Mereka ekspresif, murah hati, pekerja keras, dan kadang-kadang suka gosip. Mereka senang berpesta dan menghabiskan waktu untuk kongko-kongko dengan teman-teman.  Meski begitu, mereka jarang punya teman sejati. Tapi, bila seseorang sudah menjadi temannya, mereka akan menganggap sang teman bak keluarga sendiri. Walau Tikus bisa juga kelihatan jahat, berpikiran sempit dan kuno, sebenarnya Tikus amat jujur.  Mereka memang senang bergosip-ria, tapi, kalau punya masalah, mereka akan menyimpan dan menanggulanginya sendiri. Umumnya, mereka bisa melakukannya karena Tikus sangat percaya diri dan punya insting yang baik.  Sisi negatif Tikus adalah kekeraskepalaannya. Mereka lebih suka hidup dengan aturan-aturannya sendiri. Karena itu, bekerjasama dengan orang Tikus rada sulit. Sebab, mereka 100 persen perfeksionis.  Sifat buruknya yang lain adalah...

PENEBANG KAYU

Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang  melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?"  Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab.  Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia.  Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...