Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...
Budi pada
dasarnya tidak menyukai kucing. Ia semakin benci ketika istrinya, Tika
memelihara seekor kucing. Budi merasa istrinya jadi lebih perhatian pada
kucingnya daripada dirinya. Suatu hari
Budi memutuskan untuk membuang kucing tersebut secara diam-diam.
Ketika
istrinya sedang mandi, ia pamit pergi keluar sebentar dan dibawanya si kucing. Setelah Budi bermobil sekitar 10 km dari rumah, ia pun membuang kucing
tersebut. Anehnya ketika ia sampai di rumah, si kucing sudah ada di sana. Budi
heran campur berang.
Sore harinya ia pergi lagi. Kali ini si kucing dibuangnya
lebih jauh lagi. Namun tetap saja, sesampainya di rumah, kucing istrinya
tersebut telah berada di sana. Budi berusaha membuangnya lebih jauh lagi, lebih
jauh lagi, tapi tetap saja si kucing kembali ke rumah mendahului dirinya.
Suatu hari ia tidak saja membawa si kucing
pergi jauh, tapi juga berputar-putar dulu. Budi belok kanan, belok kiri, belok
kanan, belok kanan lagi, berputar-putar sebelum akhirnya membuang kucing yang
dibawanya.
Beberapa jam kemudian ia menelepon istrinya. "Tik, kucingmu ada
di rumah?" tanya Budi. "Ada, kenapa? Tumben nanya si Manis
segala," jawab istrinya agak heran.
"Panggil dia Tik, aku mau tanya arah pulang. Aku kesasar
Komentar
Posting Komentar