Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...
Baru-baru ini di Atlantic City - US, seorang wanita memenangkan sekeranjang koin dari mesin judi. Kemudian dia bermaksud makan malam bersama suaminya, namun sebelumnya dia hendak meletakkan keranjang koin tersebut dikamar mereka, kemudian diapun menuju lift.
Waktu dia masuk lift sudah ada 2 orang hitam didalamnya. Salah satunya sangat besar.. besaaarrr sekali. Wanita itu terpaku. Dia berpikir: "Dua orang ini akan merampokku" tapi pikirannya yang lain berkata: "Jangan nuduh, mereka sepertinya baik dan ramah"
Tapi rasa rasial lebih besar dan ketakutan mulai menjalarinya. Dia berdiri dan memelototi kedua orang tersebut. Dia sangat ketakutan dan malu dan berharap keduanya tidak dapat membaca pikirannya, tapi Tuhan, mereka harus tahu yang saya pikirkan!
Untuk menghindari kontak mata, dia berbalik menghadap pintu lift yang mulai tertutup. Sedetik.., dua detik.., dan seterusnya. Ketakutannya bertambah! Lift tidak bergerak! Makin panik! Ya Tuhan, saya terperangkap dan mereka akan merampok saya. Jantungnya berdebar, keringat mulai bercucuran.
Lalu salah satu dari mereka berkata: "Hit the floor" Saking paniknya, dia memukul lantai lift dengan tangannya, yang menyebabkan koin berhamburan dari keranjangnya. Dia berdoa, ambillah uang saya dan biarkan saya. Beberapa detik berlalu.
Kemudian dia mendengar salah seorang berkata dengan sopan: "Ma'af, kalau anda mau mengatakan ke lantai berapa yang anda tuju, kami akan menekan tombolnya". Pria tersebut agak sulit untuk mengucapkan kata-katanya karena menahan untuk tidak tertawa.
Wanita itu mengangkat kepalanya dan melihat kedua orang tersebut. Merekapun lalu menolong wanita tersebut berdiri. "Tadi saya menyuruh teman saya untuk menekan tombol lift, dan bukannya menyuruh anda untuk menonjok lantai lift", kata yang bertubuh sedang.
Ia merapatkan bibirnya berusaha untuk tidak tertawa. Wanita itu berpikir: "Ya Tuhan betapa malunya saya. Bagaimana saya harus minta maaf pada mereka karena saya menyangka mereka akan merampok saya" Mereka bertiga mengumpulkan kembali koin-koin kedalam keranjangnya.
Ketika lift tiba dilantai yang dituju wanita itu, mereka berniat untuk mengantar wanita itu ke kamarnya, karena mereka khawatir wanita itu tidak kuat berjalan sepanjang koridor. Sesampainya di depan pintu kamar, kedua pria itu mengucapkan selamat malam. Dan wanita itu mendengar kedua pria itu tertawa sepuas-puasnya, sepanjang jalan kembali ke lift. Wanita itu kemudian berdandan dan menemui suaminya untuk makan malam.
Esok paginya bunga mawar dikirim kekamarnya. Dan di SETIAP KUNTUM bunga mawar tersebut terdapat lipatan uang SERATUS DOLLAR. Di kartunya tertulis: "Terimakasih atas tawa yang terbaik yang kita pernah lakukan selama ini"
Komentar
Posting Komentar