Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...
Ada sekelompok anak muda yang mengadakan acara mendaki gunung. Kemudian ada temannya yang ingin istirahat, kemudian temannya yang satu pergi ke suatu tempat untuk buang air kecil. Setelah ditunggu oleh temannya nggak juga datang2 akhirnya ditinggal oleh temannya.
Akhirnya si teman yang satu ini berangkat sendiri sambil mencari temannya, tetapi tidak ketemu juga dan sudah kehabisan bekal untuk perjalanan, akhirnya dia kelaparan dan kehausan. Setelah mencari kesana kemari ternyata tidak ada yg untuk dimakan.
Sambil istirahat di balik batu yang akhirnya dia berdoa kepada Tuhan "Ya..Tuhan dari pada saya mati kelaparan lebih baik saya mati di makan oleh macan", kemudian dia melanjutkan perjalanan sambil mencari bahan yang bisa dimakan, untuk mengurangi rasa laparnya.
Betapa terkejutnya di belum sempat dia jalan jauh, kira-kira baru satu kilometer....dari kejauhan terlihat samar2 ada seekor macan yang besar. Akhirnya si orang tadi lari mencari perlindungan.
Dia mendapatkan juga disebuah gua yang kecil, hanya cukup untuk satu orang. Kemudian sambil istirahat dan ketakutan si orang tadi berdoa lagi "Ya Tuhan, begitu saja kok dimasukkan hati..."
Dia mendapatkan juga disebuah gua yang kecil, hanya cukup untuk satu orang. Kemudian sambil istirahat dan ketakutan si orang tadi berdoa lagi "Ya Tuhan, begitu saja kok dimasukkan hati..."
Komentar
Posting Komentar