Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...
Seorang supir angkot yang beragama Islam di pedalaman Irian Jaya, mengharamkan setiap penumpangnya untuk mengangkut babi di dalam angkotnya. Suatu hari seorang suku pedalaman menyetop angkot tersebut, dengan membawa sebuah keranjang bambu yang cukup besar.
Supir bertanya "Apa isi keranjang itu? Babi kah?"
Penumpang menjawab, "Bukan... nangka." Supir setuju, "OK, naiklah."
Tak lama, karena buruknya jalan di pedalaman Irian, angkot tersebut tidak dapat menghindari lubang-lubang di jalan. Tiba-tiba terdengar bunyi "Nguik!" dari dalam keranjang bambu tersebut.
"Ah... bunyi apa itu? Babi to!" Supir marah-marah.
Penumpang tetap bersikeras menjawab, "Bukan... nangka!"
Supir tidak puas dan tetap memaksa penumpang untuk membuka tutup keranjang tersebut.
"Ah... sudah saya duga, isinya babi to! Ayo bawa dia keluar, cepat!"
Si penumpang tak mau kalah, "Iya memang babi, tapi dia punya nama Nangka!"
Komentar
Posting Komentar