Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...
Seorang nelayan menangkap ikan raksasa.
"Tolong kembalikan aku ke laut, nanti kukabulkan tiga permintaanmu," kata ikan.
"Tiga? Lima, dong!" protes si nelayan.
"Tidak bisa. Cuma tiga," jawab si ikan lemah.
"Empat, deh, ya? Ya?" bujuk si nelayan lagi.
"Maaf, sekali tiga tetap tiga," sahut si ikan yang makin tidak berdaya.
Si nelayan kemudian berpikir panjang mengenai keuntungan dan kerugian.
Tetap meminta empat permintaan atau menerima tiga saja.
Setelah lama kemudian, akhirnya ia memutuskan,
"Baiklah, tiga juga boleh!"
Sayang, si ikan sudah mati.
"Tolong kembalikan aku ke laut, nanti kukabulkan tiga permintaanmu," kata ikan.
"Tiga? Lima, dong!" protes si nelayan.
"Tidak bisa. Cuma tiga," jawab si ikan lemah.
"Empat, deh, ya? Ya?" bujuk si nelayan lagi.
"Maaf, sekali tiga tetap tiga," sahut si ikan yang makin tidak berdaya.
Si nelayan kemudian berpikir panjang mengenai keuntungan dan kerugian.
Tetap meminta empat permintaan atau menerima tiga saja.
Setelah lama kemudian, akhirnya ia memutuskan,
"Baiklah, tiga juga boleh!"
Sayang, si ikan sudah mati.
Komentar
Posting Komentar