Pada suatu hari ada seorang penebang kayu yang sedang menebangi cabang sebuah pohon, yang melintang di atas sungai. Tiba-tiba kapaknya terjatuh ke sungai itu. Ketika ia mulai menangis, Tuhan menampakkan diri dan bertanya, "Mengapa kamu menangis?" Si penebang kayu menjawab bahwa kapaknya telah terjatuh ke dalam sungai. Segera Tuhan masuk ke dalam air dan muncul dengan sebuah kapak emas. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Tuhan masuk kembali ke air dan muncul dengan kapak perak. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Bukan" si penebang kayu menjawab. Sekali lagi Tuhan masuk ke air dan muncul dengan kapak besi. "Inikah kapakmu?" Tuhan bertanya. "Ya" jawab si penebang kayu. Tuhan sangat senang dengan kejujurannya dan memberikan ketiga kapak itu kepadanya. Si penebang kayu pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Beberapa hari kemudian, si penebang kayu berjalan-jalan di sepanjan...
Ceritanya tentang sebuah peternakan ayam.
Lalu terjadi percakapan seperti ini :
Disana ada 25 Ayam betina dan 1 ayam jago yang umurnya sudah tua sekali. Karena merasa bahwa ayam jago yang sudah tua tadi sudah melewati masa suburnya, si pemilik peternakan memutuskan untuk membeli 1 ayam jago lagi yang masih muda. Tentu saja hal ini membuat si Ayam jago tua menjadi merasa tersaingi.
Si Tua : Eh, kamu jangan serakah ya. Ayam betinanya kan ada 25.
Kamu boleh ambil yang 15 sedang aku yang 10 ekor.
Si Muda : Tidak bisa. Kamu kan sudah tua dan loyo. Pokoknya semua buat aku aja.
Si Tua : Kalau begitu mendingan kita lomba saja. Siapa yang menang boleh ambil semua ayam betina yang ada di peternakan ayam ini, sedangkan yang kalah tidak mendapat satu ekor pun.
Si Muda : Boleh saja ! Mau lomba apa ?
Si Tua : Lomba lari.
Si Muda : Ok.
Si Tua : Lombanya 400M. tapi karena aku sudah tua,
aku minta untuk lari dulu di depanmu 50 meter.
Si Muda : Boleh (dengan penuh keyakinan).
Kemudian lomba lari dimulai. Ayam jago tua lari dulu 50 meter, baru kemudian ayam jago yang muda lari menyusul dengan kecepatan dua kali lipat. Eh, baru kurang 1 meter menyusul, si ayam jago muda ditembak langsung oleh pemilik peternakan. Apa yang di katakan pemilik peternakan tersebut ?
Pemilik : Kurang ajar! Ini ayam jago homo yang ke sepuluh yang aku beli bulan ini.
Sukanya kejar-kejar si jago tua saja.
Komentar
Posting Komentar